Sekilas Tentang Kota Cepu
Cepu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di perbatasan dengan provinsi Jawa Timur, dan dilewati jalan yang menghubungkan Surabaya - Purwodadi - Semarang
Nama Cepu sebagai sebuah daerah sudah terdengar sejak zaman Panembahan Senopati (Raja Mataram I), tepatnya saat terjadinya perebutan puteri Madiun yang bernama Retno Dumilah.
Ada juga kisah penamaan Cepu diambil dalam kisah Aria Penangsang,
yaitu pada saat pertempuran antara Jipang Panolan dan Pajang di
pinggiran bengawan Solo, alkisah ada seorang prajurit Panolan (ada kisah
bukan prajurit biasa melainkan sang Arian Pengangsang sendiri) yang
tertancap tombak di pahanya, dalam bahasa Jawa Tancap = nancep, paha =
pupu,berasal dari dua kata tersebutlah kata Cepu.
Pada zaman penjajahan, Cepu merupakan salah satu kota penting, karena
kandungan minyak dan hutan jatinya. Di Cepu dapat dijumpai beberapa
bangunan peninggalan Belanda yang masih awet hingga masa kini. Salah
satu bangunan yang unik adalah, loji klunthung. Peninggalan lain yaitu
Gedung Pertemuan SOS Sasono Suko dan Kuburan Belanda (Kuburan Londo)
yang terletak di desa Wonorejo Kelurahan Cepu.
Untuk mendukung transportasi masa itu, dibangun pula jalur kereta api
yang menghubungkan Jawa Timur - Jawa tengah via Cepu. Di Ngloram, juga
bisa ditemui bekas landasan pesawat terbang peninggalan Belanda.
Daerah ini telah lama dikenal memiliki persediaan minyak bumi. Pada tahun 2005, Cepu mendapat perhatian nasional karena penemuan adanya deposit minyak yang melimpah di Blok Cepu.
Kekayaan alam lainnya adalah kerajinan rakyat dari kayu jati dan wisata hutan jati dengan kereta api kuno.
Di era Pergerakan Nasional, Cepu menjadi tempat pelarian eks. PKI
madiun yang kemudian berhasil ditumpas oleh Divisi Ronggolawe yang
dipimpin oleh GPH Dipokusumo. Nama Ronggolawe dan Dipokusumo saat ini
menjadi ikon kota Cepu. Nama Ronggolawe dipakai sebagai nama: - Lapangan
terbesar di Cepu: Lapangan Ronggtolawe - Sekolah Tinggi Teknologi
Ronggolawe (STTR) - Monumen Ronggolawe yang berupa patung kuda.
Sedangkan GPH Dipokusumo diabadikan sebagai monumen yang letaknya di
dekat gedung SOS Sasono Suko dekat Kantor Pos.
Potensi Minyak Bumi
Rig pengeboran minyak di Cepu di tahun 1929
Berdasarkan konsesi tambang-tambang minyak yang pernah ada di
Kabupaten Blora dan data-data pengeboran yang dilakukan kondisi jebakan
minyak dan gas bumi yang ada di Kabupaten Blora dapat diperkirakan
sebagai berikut:
a. Konsesi tambang minyak Panolan (Cepu). Andrian Stoop, penemu
pertama minyak bumi di Cepu melakukan pengeboran pertamanya di Desa
Ledok, serta menyimpulkan bahwa di Panolan (Cepu) terdapat Iadang minyak
yang berkualitas tinggi dalam jumlah yang besar. Yang termasuk Iapangan
Ledok adalah area Getur dan Nglebur jebakan-jebakan minyak di areal
Getur dijumpai pada kedalaman � 94 m dan keda!aman antara 239 s/d 245
m. Tahun 1985 dibor sebanyak 252 surnur dengan kedalaman sumur rata-rata
antara 90 � 1350 m. Sumur yang menghasilkan sebanyak 207 buah sumur,
yang tidak menghasilkan 45 buah sumur. Banyaknya Iapisan yang
menghasilkan sebanyak 16 lapisan.
b. Konsesi tambang minyak Jepon. Pada konsesi ini dilakukan
pengeboran yang pertama di lapangan Semanggi (1986) dengan luas
produktif area panjang 2,5 km, tebal 0,5 m. Lokasi ketinggian daerah
Semanggi + 215 m. Jumlah sumur yang dibor 86 buah sumur, yang produktif
menghasilkan minyak 66 buah sumur dan tidak menghasilkan 20 buah sumur,
kedalam sumur antara 100 � 1.270 m. Banyaknya Iapisan yang
menghasilkan sebanyak 6 Iapisan.
c. Konsesi tambang minyak Nglobo. Terletak pada ketinggian + 90 m di
atas permukaan laut dengan luar produksi area panjang 1,5 km x 0,5 km.
Tahun pengeborannya 1909 dengan kedalaman sumur rata-rata 400 �1.200
m, jumlah sumur yang dibor 47 buah sumur yang menghasilkan 38 buah
sumur, tidak menghasilkan 9 buah sumur. Banyaknya Iapisan yang
menghasilkan sebanyak 9 Iapisan. Hingga sekarang masih dilakukan
eksploitasi oleh OEP III Pertamina Cepu.
d. Konsesi tambang minyak Banyubang. Jumlah sumur di Banyubang ada 33
buah, 14 sumur tidak aktif dan 19 buah surnur aktif. Di Iapangan
konsesi Banyubang mempunyai 4 lapisan produktif. Lapisan 1 kedalam 250 m
dengan jumlah sumur sebanyak 11 sumur, Iapisan ke 2 terletak pada
kedalaman 260 m dengan jumlah sumur sebanyak 8 buah sumur, Iapisan ke 3
sebanyak 1 buah sumur, lapisan 4 dengan kedalaman 310 m. Pada salah satu
sumur dengan kedalaman 677 m diketemukan gas bertekanan 36 atm. Di
Plantungan 66 sumur, yang menghasilkan 2 buah sumur, 64 sumur tidak
aktif.
e. Konsesi tambang minyak Trembes. Di konsesi Trembes ini terdapat 2 Iokasi Iapangan yaitu
1) Lapangan Trembes Di lapangan Trembes telah dilakukan pengeboran
sebanyak 6 buah sumur, dengan kedalaman sumur 625 m, lapisan 1 kedalaman
106 m lapisan 2 dengan kedalaman 352 m, Iapisan 3 dengan kedalaman 1591
m. Jenis minyaknya parafinis dengan BJ 0,83 pada temperatur 30�C. 2)
Lapangan Kluwih Di lapangan Kluwih telah dilakukan pengeboran sebanyak 4
buah sumur (1899). Disalah satu sumur yang berkedalarnan 265 m
mengeluarkan gas 110.000 m3 tiap harinya.
f. Konsesi lapangan minyak Metes. Dalam konsesi ini terdapat Iapangan
minyak yang mempunyai 4 Iapisan produksi. Lapisan 1 kedalam 250 m,
lapisan ke 2 terletak pada kedalaman 260 m, Iapisan ke 3 terletak pada
kedalaman 285 in, sedang Iapisan 4 dengan kedalaman 310 m. Di Iapisan 1
ada 4 sumur dengan produksi seluruhnya mencapai 3.400 m3 selama 22
bulan, Iapisan 2 dibuat 3 sumur, dua sumur menghasilkan minyak, 1 sumur
air asin, Iapisan 3 terdapat 2 sumur 1 sumur memproduksi air dan minyak 1
sumur Iagi memproduksi air asin, sedang pada Iapisan 4 terdapat satu
sumur, kedalaman 728 m dan 1022 m merupakan reservoir air.
g. Konsesi lapangan minyak Ngiono. Konsesi ini mencakup 2 Iapangan
yakni Iapangan Gaplokan yang terletak di atas antiklin Gaplokan dan
telah dibor sebanyak 2 sumur, sedang Iapangan Ngiono yang terletak di
atas antiklin Ngiono yang memiliki 7 buah sumur. Dan ke 7 buah sumur
yang ada di Ngiono, 2 sumur menghasilkan minyak pada kedalaman 57 dan 90
m, sedang satu buah sumur lagi menghasilkan gas dengan tekanan 4 atm.
Wilayah Iapangan ini tidak dikelola hingga saat sekarang.
h. Konsesi tambang minyak Ngapus. Di lapangan Ngapus baru dilakukan
pemboran sebanyak 2 buah sumur, masing-masing dengan kedalaman 180 m dan
272 m. (Tidak menghasilkan). Dan kedua sumur ini salah satu sumur
menghasilkan gas bertekan 20 atm pada kedalaman 272 m. Lapangan Ngapus
juga tidak dikembangkan karena tidak memberikan harapan yang baik.
i. Konsesi tambang minyak milik NKPM. Pada konsesi ini diketahui
sumur di Petak/Cepu dengan produksi 20 barel perhari (1914). Pada tahun
1917 diketemukan sumur di Konsesi Trembul dengan produksi 1 barel per
hari, kemudian pada tahun 1936 ditemukan sumur di Konsesi Lusi dengan
produksi 110 barel per hari
(Courtesy : www.blorakab.go.id © 2008)